Menjelang upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus, 66 pelajar Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) giat belatih di lapangan Paskibraka Cibubur, Jakarta. Para pelajar yang mewakili 33 provinsi di tanah air ini datang ke Jakarta setelah melewati seleksi yang ketat sejak dari tingkat kecamatan hingga provinsi.
66 Anggota Paskibraka ini mengikuti serangkaian latihan mulai dari baris berbaris, mengibarkan bendera hingga naik turun tangga panggung kehormatan. Latihan yang setiap hari dilakukan sejak pukul 06.00 WIB ini dilakukan agar upacara bendera hari Kemerdekaan 17 Agustus di Istana Merdeka Jakarta berlangsung lancar.
Bagi Anggota Paskibraka menunaikan tugas mulia dalam upacara hari kemerdekaan yang akan dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merupakan suatu kebanggaan. Karenanya rata-rata anggota Paskibraka seperti Aldira yang merupakan wakil dari Jakarta sudah merintisnya dengan mengikuti ekstra kurikuler Paskibra di sekolahnya.
Di pusat pelatihan Paskibraka di Cibubur, Jakarta, para pelajar pilihan ini mendapat pelatihan yang sangat berpengalaman dari TNI dan Polri. Pelatihan tidak hanya fisik semata tapi juga mencakup mental dan wawasan kebangsaan.
Para pelatih Paskibraka mengakui setiap tahun selalu ada kemajuan baik dari fisik dan kualitas Anggota Paskibraka.
66 Anggota Paskibraka Giat Berlatih
Label: Paskibraka
Pengukuhan Duta Bangsa
Sebanyak 70 remaja yang dinilai berprestasi Jumat (25/08/06) siang dikukuhkan sebagai duta bangsa angkatan ke 4. Mereka akan membawa nama Indonesia dalam lawatan ke luar negeri.
Tidak terbayangkan di benak Tri Wiyanti Andini dan Jhonatan Pradana Mailoa menjadi bagian dari 70 duta belia Indonesia 2006 yang tadi pagi dikukuhkan oleh Menteri Luar Negeri Hasan Wirayudha di Kantor Deplu Jakarta.
Tri Wiyanti Andini asal Sumatera Selatan yang pernah bertugas menjadi pembawa bendera pusaka saat peringatan 17 Agustus di Istana Merdeka dan Jonathan Prana Mailoa asal Jakarta yang pernah meraih mendali emas dalam Olimpiade Fisika Internasional di Singapura beberapa waktu lalu mengaku bangga mendapat penghargaan dari pemerintah dengan menjadi duta belia Indonesia 2006.
Kedua siswa berprestasi ini akan menjalankan tugas mereka sebagai duta belia Indonesia dengan mempromosikan Indonesia ke dunia internasional, khususnya Republik Rakyat Cina yang akan mereka kunjungi 28 Agustus sampai 2 September mendatang.
Di negara tersebut kedua siswa ini akan menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara yang aman dan tidak perlu ditakuti untuk dikunjungi.
Seluruh anggota duta belia Indonesia 2006 telah mendapat pelatihan tentang diplomasi dan politik luar negeri terlebih dahulu oleh Departemen Luar Negeri sebelum berangkat ke RRC.
Label: Paskibraka
Gladi Penurunan Bendera
Dua hari menjelang peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke 61, anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2006 terus mendapatkan berbagai pelatihan di Istana Merdeka Jakarta.
Pelatihan Paskibraka 2006 Senin (14/08/06) kemarin, memasuki tahap gladi kotor kedua di Istana Merdeka dengan latihan menurunkan sang saka Merah Putih. Latihan ini merupakan rangkaian pelatihan setelah sebelumnya dilakukan gladi kotor detik-detik peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke 61 yang dilanjutkan dengan upacara pengibaran bendera pusaka.
Dalam gladi ini anggota Paskibraka mempraktekkan seluruh rangkaian upacara penurunan sang saka merah putih yang pada pagi harinya telah dikibarkan dalam upacara detik-detik peringatan hari proklamasi kemerdekaan.
Satu anggota Paskibraka putri juga dilatih untuk membawa baki yang digunakan untuk membawa bendera pusaka termasuk menaiki dan menuruni anak tangga Istana Merdeka.
Dua hari menjelang pelaksanaan upacara detik-detik proklamasi pada hari Kamis, 17 Agustus 2006 lusa, pelatihan bagi anggota Paskibraka sudah hampir memasuki tahap akhir. Termasuk pemantapan dan pengukuhan oleh Presiden SBY yang dijadwalkan akan dilakukan pada petang nanti.
Label: Paskibraka
Pengibaran Bendera Raksasa
Menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 61, para pedagang kain di pasar grosir Tanah Abang mengibarkan bendera raksasa.
Bendera berukuran 8 x 50 meter yang bertuliskan teks Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 ini dibentangkan di jembatan penyebrangan pasar grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sedangkan 2 bendera Merah Putih berukuran 4 x 70 meter dipasang di gedung pasar pusat grosir Tanah Abang.
Pemasangan bendera ini sempat mengalami kesulitan, karena angin yang bertiup kencang. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk membentangkan bendera molor hingga 2 jam.
Pengerjaan ketiga bendera raksasa ini memakan waktu satu minggu dan menghabiskan dana sekitar 500 juta rupiah. Pembuatan bendera raksasa ini merupakan yang kedua kalinya untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI
Label: Paskibraka
Gladi Kotor Pengibaran Bendera Pusaka
Setelah satu minggu lebih menjalani pelatihan di Cibubur, Minggu (13/08/06) kemarin, Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mulai memasuki tahap gladi kotor di Istana Negara.
Dalam gladi kotor tersebut, anggota Paskibaraka mempraktekan seluruh rangkaian upacara detik-detik proklamasi yang ditandai dengan pengibaran bendera merah putih. Satu anggota Paskibraka putri juga dilatih membawa baki yang digunakan untuk membawa bendera pusaka.
Tiga hari menjelang pelaksanaan upacara detik-detik proklamasi pelatihan bagi anggota Paskibaraka ditekankan pada gladi di Istana. Tujuannya, agar pada 17 Agustus mendatang, saat pelaksanaan upacara detik-detik proklamasi semuanya sudah siap dan tidak ada kesalahan.
Label: Paskibraka
Latihan Gladi Kotor
Latihan pemantapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka 2006 mulai berlangsung Sabtu (12/08/06) ini di lapangan Pusat Pengembangan Pemuda Cibubur, Jakarta Timur.
Latihan pemantapan ini akan diikuti oleh latihan pengukuhan sore nanti yang sekaligus menandakan berakhirnya latihan Paskibraka 2006 di tempat ini. Sejak pagi tadi anggota Paskibraka 2006 melakukan pemantapan formasi yaitu formasi kelompok 17 dan formasi kelompok 8.
Formasi 17 yang terdiri dari 25 anggota Paskibraka dibagi menjadi 2 sayap yakni kiri dan kanan. Terlihat mengapit formasi 8 yang bertugas membawa bendera pusaka dari inspektur upacara. Upacara pemantapan ini juga melibatkan 4 anggota Pasukan Pengamanan Presiden dan 4 Perwira Pertama berpangkat Kapten dari 3 angkatan dan Polri yang bertugas sebagai Komandan Paskibraka.
Usai melakukan pemantapan dan pengukuhan hari ini, Paskibraka 2006 sesuai jadwal besok akan mengikuti gladi kotor satu di Istana Negara. Pengukuhan oleh presiden rencananya akan dilakukan hari Selasa pekan depan.
Label: Paskibraka
Menaikkan Bendera Pun Ada Tekniknya
Tugas menaikkan bendera nasional bagi anggota Paskibraka 2006 bukanlah tugas yang mudah. Dibutuhkan teknik-teknik khusus agar bendera terbentang mulus dan sampai ke puncak tiang bendera.
Tugas sebagai pengibar bendera nasional pada even besar seperti peringatan Hari Kemerdekaan, merupakan kebanggaan tersendiri bagi remaja-remaja ini anggota Paskibraka 2006.
Mereka setiap hari berlatih dengan keras agar upacara dapat berjalan dengan penuh kehormatan. Karena itu untuk mengibarkan bendera kebanggaan bangsa Indonesia ini diperlukan teknik-teknik tertentu agar bendera merah putih dapat berkibar secara sempurna.
Setiap anggota Paskibraka harus dapat menyelaraskan waktu penarikan dengan tempo lagu kebangsaan yang dimainkan. Sehingga ketika lagu Indonesia Raya selesai berkumandang bendera merah putih telah berkibar di tiang setinggi 17 meter. Dalam pedomannya ada 39 tarikan agar bendera sampai kepuncaknya. Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah lipatan bendera sebelum dikibarkan.
Label: Paskibraka
Paskibraka : Formasi 17, 8, 45
Formasi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) merupakan cerminan dari hari Kemerdekaan Indonesia. Formasi 17 yang juga disebut sebagai barisan mengawal melambangkan hari kemerdekaan.
Formasi 8 merupakan barisan inti karena dalam formasi ini terdapat pengibar bendera. Formasi ini menujukkan bulan Agustus yang dalam hitungan merupakan bulan ke 8 dalam tahun masehi.
Sementara formasi 45 yang terdiri dari pasukan militer merupakan barisan pengiring yang mencerminkan tahun Kemerdekaan Indonesia.
Subagio, pembina Paskibraka menjelaskan bahwa terbentuknya formasi-formasi sedemikian rupa ini merupakan ide dari Husein Muntahar yang juga pendiri Paskibraka.
Penambahan jumlah provinsi juga berpengaruh terhadap formasi Paskibraka ini. Agar semua putra-putri daerah dapat berperan serta dalam upacara akbar ini maka jarak antar anggota Paskibraka dalam masing-masing formasi dikurangi. Meski demikian, hal ini tidak mengurangi penampilan mereka dalam pelaksanaan tugasnya.
Label: Paskibraka
Tugas Mendebarkan Pengibar Bendera
Bagi seluruh anggota Paskibraka 2006, tugas sebagai penarik bendera dalam latihan gabungan upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan adalah tugas besar sekaligus mendebarkan. Terutama saat membentangkan dan menarik bendera.
Seluruh peserta Paskibraka 2006 dilatih untuk siap mengemban tugas apapun dalam peringatan hari proklamasi 17 Agustus mendatang.
Ahmad Rinaldi, peserta dari Sumatera Utara, Chandra Edi Hasibuan dari Bengkulu dan Fajar Pratama dari Banten mendapat tugas sebagai penarik bendera pada latihan gabungan pertama Selasa (08/08) kemarin. Bagi mereka ini adalah tugas yang mendebarkan.
Detik-detik pengikatan bendera lalu membentangkannya hingga menarik bendera dengan diiringi lagu Indonesia Raya adalah peristiwa yang penting, sehingga tidak boleh ada kesalahan. Kesalahan menjadi pelajaran berharga untuk tidak mengulanginya kembali.
Label: Paskibraka
Pemaknaan Lagu Indonesia Raya
Pemaknaan lagu Kebangsaan Indonesia Raya merupakan salah satu materi yang juga diberikan kepada para anggota Paskibraka 2006.
Generasi muda belum seluruhnya mengerti makna lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang diputar saat mengiringi pengibaran bendera merah putih. Untuk itulah, anggota Paskibraka 2006 Senin (07/08) kemarin, diberi materi khusus tentang pemaknaan lagu Indonesia Raya ciptaan WR Supratman.
Menurut seorang pelaku seni Sudirman, semangat juang generasi muda kini menunjukkan kemunduran. Hal ini tampak dari tidak dinyanyikannya lagu Indonesia Raya secara khidmat. Padahal sebagai lagu kebangsaan yang diciptakan tahun 1928, Indonesia Raya memiliki syair dan melodi yang menunjukkan kebangsaan terhadap tanah air Indonesia.
Anggota Paskibraka 2006 juga dilatih untuk menjadi konduktor lagu. Sebab beberapa anggota Pakibra belum mengerti bagaimana menjadi konduktor.
Label: Paskibraka
Diskusi dan Debat untuk Mendukung Program Kepemimpinan
Salah satu program pembinaan untuk Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2006 adalah debat dan diskusi kepemimpinan. Dengan program diskusi dan debat itu, diharapkan mampu membentuk sikap anggota Paskibraka dalam menghargai pendapat orang lain.
Anggota DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rama Pratama yang menjadi pemandu dalam latihan itu mengatakan sebagai calon pemimpin masa depan, seorang Paskribaka harus menguasai teknis debat dan diskusi, sehingga mereka dapat menjadi pemimpin yang cerdas.
Untuk menambah wawasan kepemimpinan anggota Paskibraka 2006 ini, mereka juga akan mendapatkan berbagai pelatihan seperti manajemen organisasi serta latihan komunikasi yang efektif
Label: Paskibraka
Anggota Paskibraka Mendapat Bekal Kepemimpinan
Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka 2006 selain harus menjalani pengemblengan fisik dan latihan baris berbaris sepanjang hari, juga memperoleh bekal keagamaan dan kepemimpinan.
Wajah anggota Paskibraka 2006 ini tak nampak lelah meski seharian latihan fisik Jumat (04/08/06) siang. Mereka tetap antusias mengikuti ceramah dari tokoh pendidikan Doktor Arif Rahman tentang kepemimpinan untuk masa depan. Terlebih gaya Arif Rahman sangat menghibur dan interaktif.
Menurut Arif Rahman pembekalan itu sangat penting bagi anggota Paskibraka. Tujuannya, agar mereka tidak saja unggul dalam kegiatan baris berbaris, tetapi juga unggul dalam pelajaran dan yang terpenting unggul dalam sikap kepemimpinan sehingga akan terjadi keseimbangan antara kekuatan fisik dan mental mereka.
Label: Paskibraka
Tim Pelatih Tulang Punggung Penggemblengan
Keberhasilan anggota Paskibraka menjalankan tugas sebagai pengibar bendera pusaka dihadapan pemimpin nasional selain menuntut keseriusan para peserta juga tidak bisa dilepaskan dari peran para pelatih.
Salah satu pelatih yang bertanggung jawab mendidik dan menggemblengan anggota Paskibraka 2006 adalah Kapten Kaveleri Aminuddin. Pria asal Temanggung, Jawa Tengah, berusia 45 tahun, yang keseharian bertugas di TNI AD, telah menggeluti profesinya sebagai pelatih Paskibraka sekitar 10 tahun.
Menurut Aminuddin mendidik anggota Paskibraka tidaklah mudah. Karena tidak semua anggota Paskibraka mampu secara fisik dan mental menerima gemblengan secara militer. Meski begitu, melatih anggota Paskibraka memberikan kepuasaan tersendiri.
Aminuddin yang saat ini menjadi Wakil Koordinator Paskibraka 2006 mengatakan saat ini dirinya dibantu oleh 11 pelatih yang berasal dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan juga Kepolisian.
Label: Paskibraka
Anggota Paskibraka Mendapat Gemblengan Fisik dan Mental
Para siswa siswi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2006 hingga Selasa (01/07/06) kini terus mendapat gemblengan baik fisik dan mental.
Para siswa - siswi kelas 2 dan 3 SMA ini adalah siswa - siswi terpilih seleksi sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2006 dari 33 provinsi di Indonesia.
Mereka digembleng latihan baris berbaris, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, nasionalisme dan kesenian dengan disiplin tinggi di Pusat Pengembangan Sumber Daya Pemuda di Cibubur, Jakarta Timur.
Semangat tampak terpancar dari wajah mereka yang mengaku bangga dapat mengemban tugas penting mengibarkan bendera pusaka pada peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2006 mendatang.
Menurut Deputi Pengembangan Kepemimpinan Pemuda Budi Setiawan, metode yang dipakai dalam keseharian mereka di asrama menggunakan pendekatan keluarga bahagia dengan penerapan kas dalam gambaran desa bahagia.
Label: Paskibraka
Husein Mutahar

Sesuai dengan julukannya dialah pelopor Paskibraka dan juga sekaligus orang yang mendirikan Paskibraka
Label: Paskibraka